Headline News

Di Bibir Citarum Jalan Amblas, Rumah Retak: Potret Ancaman Erosi di Kampung Bobojong Purwadana



 

Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan

Azzamtvjabar.com | Karawang - Akses jalan lingkungan di Kampung Bobojong, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat amblas akibat erosi Sungai Citarum. Di balik jalan yang runtuh itu, tersimpan cerita warga yang hidup dalam ketidakpastian, tentang rumah yang perlahan bergeser, dinding yang retak, dan kecemasan yang terus mengiringi setiap kali sungai meluap.


Inilah rekaman warga yang direkam beberapa tahun lalu. Tampak dalam rekaman video tersebut sejumlah warga sedang membuat penahan dari bambu agar jalan tersebut tidak amblas.


Namun kondisi saat ini jalan tersebut sudah amblas sepanang 20 hingga 25 meter. Jalan ini terletak di kampung Bobojong, Desa Purwadana.


Di tepian Sungai Citarum, warga Kampung Bobojong telah puluhan tahun hidup berdampingan dengan ancaman erosi yang terus menggerus lahan tempat mereka tinggal. Akses jalan utama yang amblas pekan ini hanyalah puncak dari masalah yang selama ini mereka hadapi. Jalan yang biasa dilalui anak sekolah, pedagang, hingga warga yang hendak beraktivitas kini runtuh, memutus hubungan mereka dengan lingkungan sekitar.


Retakan pada rumah-rumah warga semakin tampak jelas. Di beberapa titik, tembok terlihat miring, menandakan bahwa tanah di bawah hunian itu terus bergeser sedikit demi sedikit. Pondok pesantren di sekitar lokasi pun merasakan dampaknya, sebagian bangunan mulai retak, membuat para santri harus mengungsi ke ruangan lain yang lebih aman.


Menurut Ahmad Rasyim Setiap kali langit mulai menghitam, warga merasa waswas. Debit Sungai Citarum yang meningkat menjadi pertanda bahwa lahan mereka akan kembali tergerus. Bahkan saat ini rumahnya kini hanya berjarak 3 meter dari tebing amblas.


Sementara itu, Kepala Desa Purwadana membenarkan keadaan jalan yang amblas saat meninjau lokasi. Menurut nya bahwa keadaan tergerus tanah di bobojong ini terjadi dari puluhan tahun silam. Sehingga perlahan-lahan tanah kampung bobojong terbawa arus sungai.


Kades Purwadana mengklaim telah melaporkan kondisi ini kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), namun hingga kini belum ada langkah nyata di lapangan. 


Harapan Kepala Desa Purwadana dan warga kini tertuju pada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mendorong BBWS segera turun tangan. Mereka berharap penanganan sungai bisa dilakukan sebelum lebih banyak rumah dan fasilitas umum menjadi korban, atau sebelum jalan yang amblas menjadi awal dari bencana yang lebih besar di Kampung Bobojong. (RJH)

0 Komentar

© Copyright 2023 - Azzamtv Jabar