Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan
Azzamtvjabar.com | Bekasi – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar IX, Akhmad Marjuki, melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2024–2025 di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (06/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan kelurahan, serta pengurus Kecamatan Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan itu, Marjuki menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh program yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat berjalan sesuai dengan kesepakatan antara legislatif dan eksekutif.
“Makanya ini sangat perlu masukan dari masyarakat. Termasuk jika ada temuan terkait pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat, semuanya harus diawasi bersama,” ujar Marjuki, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.
Ia menambahkan, kegiatan pengawasan ini sepenuhnya dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Barat. Warga yang hadir pun mendapatkan konsumsi dan transportasi sebagai bagian dari dukungan anggaran kegiatan resmi.
“Jadi para warga yang hadir dalam kegiatan ini mendapatkan konsumsi serta transportasi dari anggaran kegiatan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Marjuki juga menegaskan tengah memperjuangkan kebijakan pengelolaan anggaran yang mengedepankan skala prioritas dan keadilan.
“Dalam pengelolaan anggaran itu ada aspek yang tidak boleh diabaikan, yaitu aspek skala prioritas dan aspek keadilan,” jelasnya.
Usai pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi sekaligus keluhan terkait program pemerintah.
Tokoh masyarakat Wanasari, Abdul Majid, mengapresiasi kehadiran Marjuki karena warga dapat menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun, ia juga mengungkapkan persoalan terkait drainase dari Pasar Cibitung hingga kawasan CBL yang dinilai tidak pernah diperbaiki, sehingga kerap menyebabkan banjir saat hujan turun.
“Kami merasa bersyukur bisa bertatap muka langsung dengan anggota dewan, tapi kami juga ingin persoalan drainase yang tak kunjung diperbaiki ini bisa ditindaklanjuti,” ujar Majid.
Sementara itu, Siti Rosidah, warga Gramapuri RT/RW 12/33, menyampaikan keluhan terkait dampak normalisasi Kali Srenceng yang menyebabkan kerusakan jalan lingkungan. Menurutnya, warga telah melakukan perbaikan sementara dengan dana talangan, namun hingga kini belum ada penggantian.
“Kata Pak Lurah untuk perbaikan jalan yang rusak ditalangi dulu sama warga, tapi sampai sekarang belum diganti. Warga terus menagih ke suami saya yang Ketua RW, ini jadi tidak nyaman,” ungkap Siti.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Marjuki menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi dan keluhan warga sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Marjuki juga memberikan bantuan pribadi kepada kelompok ibu-ibu pengajian berupa satu set alat marawis. Ketua pengajian, Mukidah, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut.
“Semoga bermanfaat untuk kegiatan pengajian kami,” ujarnya.
Sebagai penutup, Akhmad Marjuki berharap kegiatan pengawasan ini tidak hanya menjadi agenda formal DPRD, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. (RJH)




0 Komentar