Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan
Azzamtvjabar.com | Karawang - Kenaikan harga ayam potong dan telur di sejumlah pasar tradisional di Karawang, Jawa Barat, mulai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dalam dua pekan terakhir, lonjakan harga kebutuhan protein ini memaksa warga menyesuaikan pola belanja demi menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
Harga ayam potong per kilogram kini berada di kisaran empat puluh hingga lima puluh ribu rupiah.
Angka ini meningkat dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran tiga puluh delapan ribu rupiah per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membuat sebagian masyarakat mengurangi jumlah pembelian.
Jika sebelumnya membeli ayam utuh, kini warga lebih memilih ukuran lebih kecil atau membeli dalam potongan sesuai kebutuhan harian.
Di Pasar Tradisional Johar, Karawang, pembeli memilih ayam dengan berat sekitar satu kilogram dua ons yang dinilai lebih ekonomis.
Ukuran ini dianggap cukup untuk kebutuhan keluarga kecil dan lebih mudah dibagi menjadi beberapa porsi masakan.
Selain ayam potong, kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam.
Telur ukuran besar kini dijual seharga tiga puluh satu ribu rupiah per kilogram, sementara ukuran kecil mencapai tiga puluh tiga ribu lima ratus rupiah per kilogram.
Kondisi ini turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Telur yang sebelumnya menjadi pilihan protein murah kini mulai dibatasi penggunaannya, terutama oleh keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah.
Pedagang menyebut, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan menjelang Tahun Baru serta menurunnya pasokan dari tingkat produsen.
Sebagian pasokan telur dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis atau MBG, sehingga ketersediaan di pasar menjadi terbatas.
Meski omzet pedagang masih relatif stabil, penyesuaian daya beli masyarakat dinilai menjadi tantangan tersendiri.
Warga berharap, pemerintah daerah dapat segera melakukan langkah pengendalian harga agar kebutuhan pangan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (RJH)

0 Komentar