Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan
Azzamtvjabar.com | Karawang - Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Adiarsa di Karawang semakin memprihatinkan. Bangunan yang dibangun sejak tahun 2005 itu kini tampak kumuh dan tidak terawat. Bahkan, di lantai paling atas terlihat sebuah pohon menjulang tumbuh di atas gedung, dinding retak, menandakan lemahnya perawatan dan pengawasan selama bertahun-tahun.
Saat memasuki area rusunawa, suasana kumuh langsung terasa. Sejumlah kamar mandi tidak lagi berfungsi, dipenuhi kerak, saluran air tersumbat, dan kondisi ruangan yang kotor. Beberapa kamar terlihat rusak dan tidak layak huni. Lingkungan sekitar bangunan juga terlihat tidak terurus.
Rusunawa Adiarsa terdiri dari empat lantai dengan total 80 kamar, masing-masing lantai memiliki 20 kamar. Namun saat ini, hanya tiga lantai yang masih digunakan, sementara lantai teratas dalam kondisi terbengkalai. Dari total kamar yang ada, diperkirakan hanya sekitar 40 kamar yang saat ini terisi, dengan jumlah penghuni mencapai sekitar 100 kepala keluarga (KK). Para penghuni berasal dari warga Karawang dan juga dari luar daerah.
Meski tinggal di bangunan yang sudah tidak layak, para penghuni tetap membayar biaya sewa setiap bulan kepada petugas UPTD Rusunawa. Besaran sewa bervariasi berdasarkan lantai, yakni Rp 200 ribu per bulan untuk kamar di lantai dua, Rp150 ribu untuk lantai tiga, dan Rp135 ribu untuk lantai empat.
Ironisnya, pengelolaan kebersihan dan keamanan justru diserahkan sepenuhnya kepada para penghuni. Tidak ada petugas kebersihan maupun petugas keamanan resmi yang berjaga di lingkungan rusunawa. Kondisi tersebut membuat lingkungan rusunawa rawan terhadap berbagai tindakan kriminal.
Situasi ini memicu keresahan warga sekitar. Pada 17 November lalu, puluhan warga setempat menggelar aksi dan menyampaikan sejumlah keluhan. Di antaranya, dugaan maraknya peredaran narkoba dan praktik prostitusi di lingkungan rusunawa, serta tidak adanya sistem keamanan yang memadai. Warga juga menuntut agar setiap penghuni wajib melapor kepada pengurus RT/RW setempat, dan meminta pemerintah segera melakukan perbaikan lingkungan serta bangunan rusunawa yang kian kumuh.
Warga berharap pemerintah daerah, termasuk instansi terkait, segera turun tangan untuk membenahi kondisi Rusunawa Adiarsa. Pasalnya, bangunan yang seharusnya menjadi solusi hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kini justru dinilai menjadi sumber persoalan sosial dan lingkungan di kawasan tersebut. (RJH)

0 Komentar