Jurnalis: Suryana | Editor: RJH
Azzamtvjabar.com | Karawang - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FSP2KI Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Hotel Kawi Jaya Batam resmi dibuka oleh Presiden FSP2KI, Hamdani, S.H.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan tiga hal mendasar yang harus menjadi pijakan bersama dalam memperkuat organisasi dan perjuangan ke depan.
Menurutnya, Rakernas bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum konsolidasi untuk memastikan organisasi tetap kokoh, mandiri, dan benar-benar hadir bagi anggotanya.
1. Iuran Kuat, Organisasi Mandiri
Penegasan pertama adalah soal kemandirian organisasi. Presiden FSP2KI menyampaikan bahwa serikat pekerja hanya bisa berdiri kuat apabila memiliki sistem iuran yang sehat, disiplin, dan mandiri.
“Organisasi tidak bisa bergantung pada pihak lain. Iuran anggota adalah tulang punggung perjuangan. Kalau iuran kuat, organisasi kuat. Kalau organisasi kuat, perjuangan kita tidak bisa ditekan,” tegasnya.
Kemandirian finansial menjadi syarat mutlak agar FSP2KI tetap independen dan tidak mudah diintervensi.
2. Advokasi adalah Jantung Organisasi
Penegasan kedua adalah pentingnya advokasi dan pendampingan terhadap anggota. Serikat pekerja ada karena anggota membutuhkan perlindungan. Dalam situasi ketenagakerjaan yang masih rentan—di mana PHK kerap terjadi dan hak-hak normatif masih sering dipersoalkan—advokasi bukan pilihan, melainkan kewajiban.
“Orang berserikat karena butuh perlindungan. Maka organisasi harus punya kemampuan advokasi yang andal dan responsif,” ujarnya.
FSP2KI harus memastikan setiap anggota merasa didampingi dan tidak sendirian menghadapi persoalan hubungan industrial.
3. Pendidikan adalah Modal Perjuangan
Hal ketiga yang ditekankan adalah pendidikan dan kaderisasi. Setiap anggota baru yang bergabung dengan FSP2KI harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan dasar tentang organisasi dan hukum perburuhan.
Pendidikan menjadi modal utama agar anggota memahami hak dan kewajibannya, serta mampu membela dirinya sendiri ketika menghadapi persoalan di tempat kerja.
“Minimal mereka tahu hukum perburuhan, tahu haknya, dan tidak mudah ditekan,” tegas Presiden FSP2KI.
Rakernas sebagai Penguatan Arah Perjuangan
Melalui tiga penegasan tersebut, Rakernas FSP2KI 2026 diarahkan untuk memperkuat fondasi organisasi: kemandirian iuran, penguatan advokasi, dan pendidikan anggota.
Rakernas bukan sekadar forum evaluasi program, tetapi momentum untuk memastikan FSP2KI tetap solid, mandiri, dan berpihak penuh pada kepentingan buruh.
Mengakhiri sambutannya, Presiden FSP2KI menyatakan, “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Kerja Nasional FSP2KI Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka.” (Suryana)




0 Komentar