Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan
Azzamtvjabar.com | Karawang - Aris Susanto resmi terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Karawang periode 2026 hingga 2031 dalam Musyawarah Kabupaten di Hotel Resinda. Di tengah kepemimpinannya, ia langsung menyoroti dampak kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai menekan pelaku usaha.
Aris Susanto resmi menakhodai KADIN Kabupaten Karawang untuk periode 2026 hingga 2031, usai terpilih dalam Musyawarah Kabupaten Ke VIII yang digelar di Hotel Resinda.
Usai terpilih, Aris langsung merespons kondisi ekonomi yang tengah dihadapi pelaku usaha, khususnya terkait lonjakan harga BBM non-subsidi yang dinilai signifikan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi hingga hampir 100 persen disebut mulai menekan para pelaku usaha di daerah. Lonjakan ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang justru melemah.
Kenaikan terjadi pada sejumlah jenis BBM non-subsidi, seperti solar industri dan bahan bakar gas yang kini mengalami lonjakan hampir dua kali lipat.
Harga solar industri, misalnya, naik dari sekitar 15 ribu rupiah menjadi 28 ribu rupiah per liter. Kondisi ini membuat biaya operasional dan produksi pelaku usaha meningkat tajam.
Akibatnya, pelaku usaha terpaksa melakukan penyesuaian harga jual. Namun di sisi lain, daya beli masyarakat justru mengalami penurunan.
Dampak paling terasa terjadi di sektor konstruksi. Harga material seperti besi dan aspal ikut mengalami kenaikan, seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia.
Kondisi ini menciptakan tekanan ganda bagi pelaku usaha, baik dari sisi biaya produksi maupun lemahnya permintaan pasar.
KADIN Karawang pun mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, guna mengendalikan tekanan biaya produksi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan. (RJH)

0 Komentar