Jurnalis: Suryana | Editor: RJH
Azzamtvjabar.com | Karawang — Polemik tarif parkir di RSUD Karawang kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari Anggota Komisi II DPRD Karawang, Mulyadi, dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang digelar Rabu (1/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum sekaligus Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH., MH., menyatakan dukungannya terhadap usulan agar tarif parkir di RSUD Karawang ditinjau ulang, bahkan digratiskan.
Menurut pria yang akrab disapa Askun itu, kebijakan tarif parkir per jam dinilai memberatkan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah yang mayoritas merupakan pengguna layanan BPJS Kesehatan.
“Saya setuju kalau parkir RSUD Karawang digratiskan saja. Atau paling tidak diberlakukan tarif flat, misalnya cukup Rp2.000 tanpa hitungan per jam,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Askun menilai, masyarakat yang datang ke RSUD umumnya bukan hanya pasien, tetapi juga keluarga yang mendampingi atau menjenguk. Mereka sudah terbebani biaya transportasi hingga kebutuhan harian selama menjaga pasien. Ia menegaskan, kebijakan tarif parkir seharusnya tidak disamakan dengan fasilitas komersial seperti rumah sakit swasta, pusat perbelanjaan, atau hotel.
“RSUD adalah layanan publik. Masyarakat sudah membayar pajak, jadi semestinya layanan seperti ini tidak lagi dibebani biaya tambahan yang memberatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Askun mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tarif parkir tersebut. Menurutnya, jika pemerintah ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, masih banyak potensi lain yang dapat digali tanpa membebani masyarakat kecil di fasilitas layanan publik.
“Kalau mau dorong PAD dari parkir, jangan di RSUD. Cari sektor lain yang lebih tepat,” tambahnya.
Ia pun menyimpulkan, opsi terbaik adalah menggratiskan parkir atau menerapkan tarif flat yang terjangkau, agar tidak menambah beban masyarakat. (Suryana)

0 Komentar