Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan
Azzamtvjabar.com | Karawang, Jawa Barat - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026) sore, diwarnai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Ketegangan terjadi saat massa yang membawa berbagai tuntutan, termasuk penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berusaha menuju Bundaran Windows Karawang namun dihadang petugas karena alasan kelancaran lalu lintas.
Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di Karawang. Ratusan mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ketegangan sempat pecah ketika massa aksi berupaya bergerak menuju Bundaran Windows Karawang. Aparat kepolisian yang telah bersiaga di lokasi menghentikan laju massa dengan alasan menjaga kelancaran arus lalu lintas di salah satu titik strategis Kabupaten Karawang.
Aksi saling dorong pun tidak terhindarkan. Mahasiswa yang membawa spanduk, poster, dan pamflet tuntutan berusaha mempertahankan hak mereka untuk menyampaikan aspirasi di ruang publik, sementara aparat berupaya menghalau massa agar tidak memasuki kawasan bundaran.
Di tengah situasi tersebut, mahasiswa bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyuarakan kritik terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai belum menjawab persoalan mendasar masyarakat.
Setelah gagal mencapai Bundaran Windows Karawang, massa mengalihkan titik aksi ke kawasan Interchange Karawang Barat. Di lokasi itu, mahasiswa menggelar mimbar bebas, membakar ban bekas, serta mencoret badan jalan menggunakan cat semprot sebagai simbol kekecewaan terhadap kebijakan yang mereka tolak.
Salah satu tuntutan utama yang mengemuka adalah penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Massa menilai program tersebut perlu dievaluasi karena dianggap belum menyentuh persoalan pendidikan dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Selain menolak MBG, mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap Program Koperasi Merah Putih serta mengkritisi pengesahan Undang-Undang Polri dan TNI yang menurut mereka berpotensi mempersempit ruang demokrasi dan partisipasi publik.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari sempat menyebabkan kepadatan kendaraan di sekitar akses Gerbang Tol Karawang Barat. Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan sehingga situasi tetap terkendali.
Demonstrasi ini menjadi potret bahwa ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, masih menjadi kebutuhan penting dalam merespons berbagai kebijakan publik yang menuai perdebatan di tengah masyarakat. (RJH)

0 Komentar