Jurnalis: Beni Gondrong | Editor: RJH
Azzamtvjabar.com | Cilacap, Jawa Tengah - Suasana kebersamaan dan kearifan lokal terasa kuat di Desa Palugon, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Warga dari berbagai kalangan berkumpul mengikuti Festival Tumpeng dalam rangka tradisi Suraan atau peringatan Tahun Baru Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ratusan warga memadati lokasi pelaksanaan Festival Tumpeng di Desa Palugon. Tradisi yang dikenal dengan sebutan Suraan ini menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.
Tujuh tumpeng yang tersusun rapi lengkap dengan aneka lauk-pauk menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Acara diawali dengan ijab atau doa yang dipimpin tokoh adat setempat, dilanjutkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setelah rangkaian doa selesai, warga bersama-sama menikmati hidangan tumpeng yang telah disiapkan. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Sebelum puncak acara berlangsung, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan ritual Ngukuburan. Dalam tradisi ini, seekor kambing disembelih, kemudian bagian kepala, kulit, dan jeroannya dikuburkan bersama berbagai hasil bumi sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh masyarakat.
Tradisi Suraan tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga sarana untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Kepala Desa Palugon, Tasja Al Suryana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, BPD, serta lembaga desa yang terus mendukung pelaksanaan kegiatan adat, budaya, dan keagamaan di wilayahnya.
Melalui Festival Tumpeng dan tradisi Suraan ini, masyarakat Desa Palugon berharap nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya warisan leluhur dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Beni Gondrong)

0 Komentar