Jurnalis: Suryana | Editor: RJH
Azzamtvjabar.com | Karawang - Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Jawa Barat, Sukarya WK, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya melakukan intimidasi dan mengacungkan senjata api saat penggerebekan seorang terduga Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkoba di wilayah Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Sukarya saat ditemui sejumlah awak media di Polres Karawang, Selasa (2/6/2026), menyusul ramainya informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut. Menurut Sukarya, dirinya tidak pernah melakukan tindakan intimidasi maupun intervensi terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian.
Ia bahkan mempertanyakan dasar tuduhan yang diarahkan kepadanya dan meminta pihak yang menuduh menunjukkan bukti apabila memang memiliki foto atau rekaman yang memperlihatkan dirinya mengacungkan senjata api.
Sukarya menjelaskan bahwa kehadirannya di lokasi tidak ada kaitannya dengan operasi penangkapan DPO narkoba. Ia mengaku datang ke wilayah Pebayuran untuk mendampingi istrinya mencari seorang pria bernama Encek yang diduga terlibat dalam kasus penggelapan kendaraan. Menurutnya, informasi yang diterima menyebutkan bahwa orang yang dicari berada di sebuah rumah milik kerabatnya. Karena tidak mengenal langsung sosok tersebut, ia hanya mendampingi istrinya yang memiliki hubungan komunikasi dengan pihak terkait.
Sukarya mengungkapkan bahwa setibanya di lokasi, ia justru mendapati tim Resmob Narkoba dari Polres Karawang yang tengah melakukan pemantauan terhadap seorang DPO kasus narkotika yang diduga berada di rumah yang sama. Ia menyebut terdapat dua kepentingan berbeda yang secara kebetulan mengarah kepada orang yang sama.
Menurut Sukarya, pihaknya menunggu cukup lama di lokasi sebelum penghuni rumah keluar. Namun, ia menegaskan tidak pernah ikut campur dalam proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, Sukarya juga mengungkapkan bahwa dirinya sedang menghadapi persoalan dugaan penggelapan tiga unit kendaraan, yakni Toyota Agya, Toyota Fortuner, dan Honda Freed.
Ia mengklaim kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah. Menurutnya, istrinya menjadi pihak yang paling dirugikan karena kehilangan uang gadai dan berpotensi menghadapi tuntutan dari pemilik kendaraan apabila kendaraan tersebut tidak dapat dikembalikan. Menanggapi berbagai tudingan yang beredar, Sukarya WK menegaskan siap memberikan keterangan secara terbuka kepada aparat penegak hukum apabila diperlukan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, seluruh fakta harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan fitnah maupun informasi yang menyesatkan publik.
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan intimidasi maupun dugaan pengacungan senjata api yang menyeret nama Ketua APDESI Jawa Barat tersebut. (Suryana)

0 Komentar