Jurnalis: Muladi Lasak | Editor: RJH
Azzamtvjabar.com | Kerinci, Jambi – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Senin (26/7/2026) sore, bertepatan saat azan Magrib berkumandang. Bencana yang datang secara tiba-tiba itu mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Dua desa yang terdampak yakni Desa Tutung Bungkuk dan Desa Koto Rendah. Selain rumah warga, satu unit gedung sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Salah seorang warga Desa Tutung Bungkuk, Aneka Trisma, mengatakan sebelum angin puting beliung datang, kondisi cuaca berubah drastis. Langit tampak gelap disertai hujan gerimis, sebelum kemudian angin kencang menerjang permukiman warga.
"Sebelum angin datang, cuaca sudah gelap dan turun hujan gerimis. Tidak lama kemudian angin bertiup sangat kencang. Atap rumah beterbangan dan banyak warga berusaha menyelamatkan diri."
Kepala Desa Tutung Bungkuk, Jang Ibnu Basri, mengatakan angin datang secara tiba-tiba saat azan Magrib sehingga sebanyak 35 kepala keluarga terdampak dengan 28 rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.
"Dari jumlah tersebut, ada dua kepala keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah sanak keluarga karena atap rumah mereka rusak hingga 100 persen," ujar Jang Ibnu Basri.
"Angin datang sangat tiba-tiba saat azan Magrib. Sebanyak 24 rumah mengalami rusak berat dan 4 rusak ringan. Dua keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka kehilangan atap seluruhnya."
Sementara itu, di Desa Koto Rendah, sekitar 10 rumah warga juga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami rusak berat, sedangkan sisanya mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin puting beliung.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Usai kejadian, warga bersama aparat desa dan petugas terkait bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta mengevakuasi material yang membahayakan.
Hingga Selasa siang, pemerintah desa bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak untuk menentukan besaran kerugian dan kebutuhan bantuan bagi para korban.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem yang berpotensi disertai angin kencang masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Kerinci dalam beberapa waktu ke depan. (MD)

0 Komentar