Headline News

BPTU-HPT Padang Mengatas Jadi Sentra Inovasi Peternakan Nasional, Perkuat Riset, Cetak SDM Unggul dan Bibit Berkualitas


 

Jurnalis: Ara Jaya | Editor: RJH

Azzamtvjabar.com | Kab. Limapuluh Kota, Sumatera Barat – BPTU-HPT Padang Mengatas terus mempertegas posisinya sebagai salah satu sentra inovasi peternakan nasional yang tidak hanya berperan sebagai unit pembibitan ternak, tetapi juga menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di sektor peternakan Indonesia. Melalui kolaborasi yang erat dengan berbagai perguruan tinggi serta lembaga penelitian, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), institusi ini menjadi ruang strategis bagi lahirnya berbagai terobosan yang mendukung kemajuan peternakan nasional.


Di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat pembibitan ternak terbesar di Indonesia itu, aktivitas penelitian, pendidikan, hingga pengembangan teknologi berlangsung secara beriringan. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi datang untuk mengikuti program magang dan praktik lapangan, sementara para peneliti memanfaatkan potensi yang dimiliki BPTU-HPT Padang Mengatas untuk mengembangkan inovasi berbasis riset.


Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, S.Pt., M.P., mengatakan bahwa keberadaan BPTU-HPT Padang Mengatas saat ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar unit produksi bibit ternak. Institusi yang dipimpinnya kini bertransformasi sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang menghubungkan dunia akademik, penelitian, serta praktik peternakan secara langsung.


"BPTU-HPT Padang Mengatas merupakan laboratorium hidup pengembangan ternak eksotik maupun ternak lokal. Di sini ilmu pengetahuan tidak hanya dipelajari, tetapi diterapkan dan terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian," ujar Farouk.


Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan teknologi peternakan yang aplikatif sekaligus menjawab tantangan pembangunan sektor peternakan di masa depan.


Ia menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti program magang memperoleh pengalaman langsung mengenai seluruh rantai manajemen peternakan, mulai dari sistem pemeliharaan ternak, pembibitan, manajemen reproduksi, penyediaan pakan berkualitas, hingga pengendalian kesehatan ternak.


Pengalaman lapangan tersebut dinilai sangat penting karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan teknis yang siap diterapkan di dunia kerja maupun dalam pengembangan usaha peternakan.


Selain menjadi pusat pembelajaran, BPTU-HPT Padang Mengatas juga aktif mendukung berbagai penelitian yang dilakukan akademisi maupun peneliti dari BRIN dan berbagai institusi pendidikan tinggi. Beragam penelitian tersebut menghasilkan inovasi yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor peternakan.


Mulai dari penelitian mengenai perbaikan mutu genetik ternak, pengembangan teknologi reproduksi, formulasi pakan yang lebih efisien, hingga sistem manajemen peternakan berbasis data terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan daya saing peternakan nasional.


Farouk menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada tataran penelitian semata, melainkan diarahkan agar dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat maupun pelaku usaha peternakan.


"Melalui sinergi ini, inovasi yang dihasilkan bukan hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan solusi konkret bagi pengembangan peternakan Indonesia. Inilah yang menjadi kekuatan utama BPTU-HPT Padang Mengatas sebagai pusat inovasi," katanya.


Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem peternakan yang modern, adaptif, dan berkelanjutan. Pemerintah menyediakan fasilitas dan dukungan kebijakan, perguruan tinggi menghadirkan penguatan akademik, sedangkan lembaga riset mempercepat lahirnya inovasi berbasis sains.


Sinergi tersebut, lanjut Farouk, menjadikan BPTU-HPT Padang Mengatas sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan yang mampu menghasilkan bibit ternak unggul, teknologi tepat guna, sekaligus sumber daya manusia yang kompeten dan profesional.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan peternakan tidak hanya diukur dari peningkatan populasi ternak, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.


Karena itu, BPTU-HPT Padang Mengatas terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi pembangunan peternakan nasional.


"Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami ingin terus menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan kemandirian pangan nasional. Kami percaya bahwa masa depan peternakan Indonesia harus dibangun di atas fondasi riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang unggul sehingga mampu mewujudkan sistem peternakan yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi," tutup Farouk. (AJ)

0 Komentar

© Copyright 2023 - Azzamtv Jabar