Headline News

Di Balik Lensa Kamera Terekam Jejak Seorang Jurnalis Menyemai Kemandirian Pangan di Pekarangan Rumah


 

Jurnalis: Ara Jaya | Editor: RJH

Azzamtvjabar.com | Padang, Sumbar - Kesibukan sebagai jurnalis televisi identik dengan berpacu melawan waktu. Sejak pagi hingga malam, mereka memburu informasi, meliput berbagai peristiwa, lalu menyajikannya kepada publik dengan cepat dan akurat. Namun, di balik rutinitas itu, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Cerita tentang seorang jurnalis yang memilih menghabiskan waktu luangnya bukan di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan, melainkan di sebuah lahan kosong di sekitar rumah yang disulap menjadi kebun cabai produktif.


Dialah Atrawirkariwi Jaya, yang akrab disapa Ara, seorang jurnalis televisi di Kota Padang, Sumatera Barat. Di sela-sela kesibukannya sebagai koresponden salah satu stasiun televisi swasta nasional untuk wilayah Sumatera Barat, Ara menekuni budidaya tanaman cabai dengan sistem polybag organik yang ramah lingkungan.


Bagi Ara, kegiatan tersebut bukan sekadar hobi mengisi waktu luang. Lebih dari itu, langkah sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepeduliannya terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung gerakan kemandirian pangan dari lingkup keluarga.


Berawal dari keprihatinannya melihat lahan kosong yang terbengkalai di sekitar pekarangan rumah, Ara mulai berpikir bagaimana ruang yang tidak produktif itu dapat memberikan manfaat. Ia kemudian memilih cabai sebagai tanaman utama karena memiliki nilai ekonomi, mudah dibudidayakan, sekaligus menjadi kebutuhan pokok di hampir setiap rumah tangga.


Dengan memanfaatkan polybag berisi media tanam organik, ia menata puluhan tanaman cabai secara rapi. Sistem tersebut dipilih karena lebih praktis, tidak membutuhkan lahan yang luas, mudah dipindahkan, serta mampu menjaga kesuburan tanah tanpa bergantung pada bahan kimia berlebihan.


Setiap hari, sebelum berangkat liputan ataupun sepulang menjalankan tugas jurnalistik, Ara menyempatkan diri menyiram tanaman, memeriksa kondisi daun, membersihkan gulma, hingga memastikan tanaman tumbuh sehat. Rutinitas sederhana itu menjadi cara baginya melepaskan penat setelah seharian bekerja mengejar berita.


Tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Cuaca yang berubah-ubah, serangan hama, hingga keterbatasan waktu menjadi bagian dari proses yang harus dijalani. Namun, semua itu justru menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan kesabaran dan ketekunan.


"Merawat tanaman hampir sama seperti menjalankan profesi jurnalis. Keduanya membutuhkan konsistensi, ketelitian, dan kesabaran. Hasil yang baik tidak bisa diperoleh secara instan," ungkap Ara.


Perlahan tetapi pasti, tanaman cabai yang semula hanya beberapa polybag kini tumbuh subur dan mulai menghasilkan panen. Hasilnya memang belum dalam skala besar, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Bahkan sesekali, hasil panen juga dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan.


Menurut Ara, langkah kecil tersebut menjadi bukti bahwa siapa pun dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tanpa harus memiliki lahan pertanian yang luas. Pekarangan rumah yang selama ini dibiarkan kosong ternyata mampu menjadi sumber pangan apabila dikelola dengan baik.


Selain menghasilkan cabai segar, aktivitas tersebut juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menjadi lebih hijau, udara di sekitar rumah terasa lebih sejuk, dan pemanfaatan media tanam organik ikut mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.


Ara berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mulai memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk bercocok tanam. Menurutnya, gerakan sederhana seperti ini apabila dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


"Kalau setiap rumah memiliki beberapa tanaman cabai, sayur, atau tanaman pangan lainnya, tentu kebutuhan rumah tangga bisa sedikit terbantu. Selain menghemat pengeluaran, kita juga ikut menjaga lingkungan agar tetap hijau," ujarnya.


Di tengah dinamika profesi sebagai jurnalis yang menuntut mobilitas tinggi, Ara membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dilakukan melalui program besar. Langkah kecil dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif justru mampu menghadirkan manfaat nyata.


Ara sendiri merupakan jurnalis televisi yang telah mengantongi Sertifikat Kompetensi Wartawan (UKJ) Jenjang Wartawan Muda dari Dewan Pers. Pengalaman profesionalnya di dunia jurnalistik tidak menghalangi keinginannya untuk terus belajar di bidang pertanian sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah.


Kisah Ara menjadi potret bahwa profesi apa pun dapat mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dari balik kamera yang setiap hari merekam berbagai peristiwa, kini ia juga menyemai harapan melalui deretan tanaman cabai di pekarangan rumah—membuktikan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh ketulusan. (AJ)

0 Komentar

© Copyright 2023 - Azzamtv Jabar