Jurnalis: Ara Jaya | Editor: RJH
Azzamtvjabar.com | Padang, Sumbar - Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap korban gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau atau LKAAM Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi Budaya atau Gebu Minang menggalang bantuan rendang.
Bantuan ditargetkan mencapai lima ton dan akan dikirim secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 700 kilogram rendang diberangkatkan menggunakan pesawat TNI AU jenis Hercules dari Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, menuju wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Pengumpulan dan proses pembuatan rendang dari berbagai elemen masyarakat Sumatera Barat telah dilakukan LKAAM Sumbar sejak beberapa hari terakhir.
Senin siang, bantuan rendang tahap pertama diberangkatkan melalui Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Rendang yang dikumpulkan dari para donatur tersebut ditargetkan mencapai lima ton dan akan dikirim secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada pengiriman perdana ini, sebanyak 700 kilogram rendang siap saji diberangkatkan. Rendang dikemas dalam ukuran sekitar dua setengah ons per kemasan agar mudah didistribusikan kepada para korban.
Menurut Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Sati, rendang dipilih karena memiliki daya tahan cukup lama, mudah disajikan, dan menjadi salah satu makanan yang dikenal luas oleh masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama mereka yang mengalami kerusakan tempat tinggal maupun kehilangan anggota keluarga.
Dalam proses pendistribusiannya, LKAAM Sumbar dan Gebu Minang berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara dari Lanud Sutan Sjahrir Padang.
Pengiriman bantuan ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi dampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan para korban, aksi solidaritas tersebut juga menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama dalam menghadapi musibah. (AJ)

0 Komentar